Info Pertanahan

What time

Diberdayakan oleh Blogger.

Please Click View.......in a Larger Map, you visit to Information About Tegal

Selasa, 09 November 2010

Kumplan makalah GNSS-CORS

Kumpulan Makalah Tentang GNSS-CORS, Dalam Seminar Nasional di Yogyakarta, 17 Juli 2010.

TINJAUAN STATUS TITIK DASAR TEKNIK DAN PROSPEKNYA DI MASA MENDATANG BAGI BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
OLEH : T. Aris Sunantyo
Jurusan Geodesi FT-UGM

INTISARI


Titik Dasar Teknik merupakan salah satu infrastruktur yang diperlukan didalam melakukan mapping di wilayah daratan, terdiri atas berbagai orde dan digunakan untuk berbagai keperluan sesuai dengan orde dan peruntukannya. Di bidang Pertanahan peranan titik dasar teknik senantiasa hampir tidak mengalami perubahan namun secara fisik dan teknologi penentuannya akan berbeda seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Hal tersebut akan memunculkan permasalahan utamanya terhadap peninjauan status dan prospeknya dimasa mendatang.
Penelaahan tentang Titik Dasar Teknik secara yuridis meliputi Undang-undang No. 5 tahun 1960, PP No 10 1961, PP 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No.3 tahun 1997. Sedangkan prinsip positioning Titik Dasar Teknik terkini menggunakan teknologi GNSS-CORS.
Titik Dasar Teknik yang telah dibangun tetap diperlukan, dan dikelola dengan baik yang berfungsi sebagai titik ikat dan ditingkatkan peranannya bersinergi dengan kemajuan teknologi positioning yang berbasis GNSS-CORS. Pengujian terhadap Titik Dasar Teknik yang telah dibangun merupakan suatu kebutuhan dimasa mendatang.

Seminar Nasional GNSS-CORS Yogyakarta, 17 Juli 2010
STUDI PENENTUAN TITIK BATAS BIDANG TANAH MENGGUNAKAN METODE RTK NTRIP
DI DESA BANYURADEN, GAMPING, SLEMAN, YOGYAKARTA
Oleh : Hidayat P; T. Aris Sunantyo; Rakhmat Aries; Fajar Subhianto
Jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika, Fakultas Teknik UGM
Jl. Grafika No. 2 Yogyakarta.


INTISARI

Hambatan utama dalam kegiatan pengukuran dan pemetaan bidang tanah di Indonesia adalah kurang tersedianya titik dasar teknik yang digunakan sebagai titik ikat dalam kegiatan tersebut. Selain itu jumlah sumberdaya manusia yang sedikit dan luasnya wilayah Indonesia menjadi faktor penghambat lain yang menyebabkan pemetaan bidang tanah di Indonesia tidak berjalan secara optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan penelitian yang sinergis dengan adanya perkembangan teknologi penentuan posisi GPS CORS. Tujuan dalam penelitian kali ini adalah untuk membuat peta bidang dengan menggunakan metode RTK ( Real Time Kinematik ) NTRIP (Networked Transportasi of RTCM via Internet Protocol).
Selain itu penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan koordinat hasil peta bidang hasil pengukuran BPN dengan RTK NTRIP. Penelitian dilakukan di Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman, DIY dengan mengambil 80 sampel bidang tanah. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan stasiun GNSS CORS (GMU 1) sebagai base stasion dan rover dengan metode RTK NSTRIP.
Pengukuran dengan metode ini dapat menghasilkan bidang tanah 6 sampai 7 kali lebih cepat dari metode konvensional. Pada hasil analisis dan uji statistik yang telah dilakukan, ternya ada perbedaan signifikan antara koordinat Survey GPS CORS-RTK NTRIP dan koordinat peta bidang dari BPN.

Seminar Nasional GNSS-CORS Yogyakarta, 17 Juli 2010

STUDI PENGGUNAAN METODE RTK-NTRIP DENGAN PROVIDER MOBILE INTERNET PROTOCOL TELKOMSEL, XL, DAN NDOSAT UNTUK PENGECEKAN TITIK DASAR TEKNIK ORDE-4 DI DESA BANYURADEN GAMPING SLEMAN, DIY
Oleh : Andresta Sari; T. Aris Sunantyo; Hidayat P; Rakhmat Aries; Fajar Subhianto
Jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika, Fakultas Teknik UGM


INTISARI

Seiring dengan perkembangan teknologi GPS, salah satunya NTRIP yang menambah efisiensi dalam pengukuran. Pengukuran GPS metode RTK NTRIP dengan memanfaatkan teknologi Internet Protocol secara mobile dalam pengiriman data koreksi GPS. Sebagai solusi memperoleh ketelitian pengukuran yang lebih efisien baik dari aspek teknis maupun survei terestris dalam bidang pertanahan. Jaringan mobile IP yang memungkinkan sebuah perangkat mobile, seperti notebook dapat mengakses internet kapan saja dan dimana saja. Di antara provider mobile IP yang berkembang di Indonesia, ada tiga provider terbesar yang menguasai telekomunikasi di Indonesia yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL. Tiga provider tersebut memiliki perpedaan karakteristik kinerja dalam pengiriman data koreksi antara rover dan reference station. Oleh karena itu untuk mengetahui kinerja masing-masing provider perlu dilakukan penelitian pengamatan RTK NTRIP untuk rekontruksi TDT orde-4.
Untuk mengetahui perbedaan kinerja antara tiga provider mobile IP, maka telah dilakukan penelitian dengan pengamatan RTK NTRIP untuk rekontruksi TDT Orde-4 sebanyak 13 titik TDT. Selain itu, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hasil antara koordinat TDT Orde-4 yang telah diukur dari metode RTK NTRIP dibandingkan dengan koordinat TDT Orde-4 yang ada di Peta Dasar Teknik BPN Kabupaten Sleman.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketelitian titik yang dihasilkan Telkomsel berada posisi terendah dibandingkan dengan XL, berada pada posisi tertinggi kecuali pada titik 154p. Hasil dari uji hipotesis kompaatif dua sampel dapat dibuktikan XL lebih baik dari pada provider yang lainnya. Berdasarkan perbandingan koordinat TDT Orde-4 dari BPN, disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada nilai Easting tetapi pada nilai Northing terdapat perbedaan yang signifikan terutama di provider Telkomsel.


Seminar Nasional GNSS-CORS Yogyakarta, 17 Juli 2010
MENUJU KE JARING RTK
Djawahir Fahrurrazi
Jurusan Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM


INTISARI

Teknologi CORS merupakan produk inovasi teknologi GNSS yang menjanjikan solusi penetuan posisi spasial yang dianggap cukup efisien untuk diterapkan dalam berbagai aplikasi. Dua metode penetuan posisi spasial yang dikembangkan bersama dengan CORS ialah jaring DGPS dan jaring RTK. Dua metode ini mendapat sambutan luas di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat geodesi dan geomatika, seperti nampak pada kecenderungan semakin meningkatnya jumlah stasiun CORS yang dibangun di berbagai negara. Pembangunan jaring CORS memrlukan investasi besar dan oleh karena itu langkah efisien perlu ditempuh, terutama melalui kerjasaama (shring resorces) pihak-pihak yang berkepentingan dengan aplikasi CORS. Sementara itu perlu dibentuk organisasi pengelola dan model pengelola jaring CORS yang menjamin terpenuhinya kebutuhan akan data posisi yang handal untuk berbagai bidang aplikasi melalui produk layanan CORS.

Comments :

0 komentar to “Kumplan makalah GNSS-CORS”

Posting Komentar

UU. Informasi Geospasial

Page view Histats

Visitor Counter

Blog Archive

 

Copyright © 2009 by Indo Kadaster info

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger